RSS

MENJAGA DIRI

Pada suatu hari Yazid bin Mu’awiyah melihat seorang wanita cantik di pagar, ia terpesona dan jatuh cinta pada wanita itu, wanita itu adalah istri Adiy bin Hatim, dia memang memiliki kecantikan yang sempurna, namanya Ummu Khalid. Disebabkan rasa cintanya pada wanita itu, sampai-sampai Yazid jatuh sakit. Ia terus-menerus berada di atas pembaringan, maka orangorang berdatangan menjenguknya, tanpa mengetahui penyakit apa sebenarnya yang diderita Yazid, sementara Yazid pun tidak membuka rahasianya.

Tiba-tiba Amr bin Ash berkata, “Sakitnya ini tidak akan sembuh kecuali melalui ibunya, maka biarkan ia berdua saja dengan ibunya, agar ibunya sendiri yang menanyakan keadaan sakitnya.” Maka orang-orang pun meminta agar ibu Yazid berbicara empat mata dengan anaknya untuk menanyakan keadaanya, dan si ibupun bersedia. Si ibu terus-menerus menanyai Yazid sampai ia mau membuka rahasianya.

Ketika Yazid telah menceritakan rahasianya, maka oleh ibunya diceritakanlah perihal anaknya pada ayah Yazid yakni Mu’awiyah. Lalu Mu’awiyah berkata pada Amr bin Ash, “Bagaimana caranya agar Yazid sembuh?” Amr bin Ash berkata, “Kirimlah suami wanita itu harta dan hadiah agar ia mau datang dari Madinah ke Damaskus.” Mu’awiyah segera melaksanakan apa yang disarankan Amr bin Ash, sehingga suami wanita itu yakni Adiy bin Hatim berkenan datang ke Damaskus.

Ketika Adiy menghadap Mu’awiyah, maka Mu’awiyah memberinya hadiah dan harta benda. Setelah Adiy bin Hatim keluar dari istana, Mu’awiyah bertanya lagi pada Amr bin Ash, “Bagaimana langkah selanjutnya?” Amr bin Ash menjawab, “Apabila ia datang lagi besok tanyalah, ‘Apakah kamu mempunyai istri?’ Apabila ia menjawab ‘Ya’, maka tamparlah wajahmu dan jangan berkata-kata lagi.” Keesokan harinya Adiy bin Hatim menghadap lagi pada Mu’awiyah.

Maka Mu’awiyah pun melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Amr bin Ash kemarin. Kemudian Adiy keluar, tatkala ia keluar dari istana, ia bertemu dengan Amr bin Ash. Adiy menanyakan pada Amr bin Ash tentang apa yang dilakukan Khalifah.

Amr bin Ash menjelaskan bahwa Khalifah Mu’awiyah sedang susah, Amr bin Ash berkata, “Wahai Adiy, sesungguhnya Khalifah ingin menikahkanmu dengan putrinya dan memberimu harta yang banyak, tetapi seperti yang kamu tahu bahwa anak raja tidak boleh dimadu. “Lalu aku harus bagaimana?” tanya Adiy. Amr bin Ash menjawab, “Apabila besok kamu menghadap khalifah lagi dan ia menanyakan hal yang sama padamu, maka katakan padanya bahwa kamu tidak mempunyai istri.”

Esoknya, ketika Adiy menghadap, Mu’awiyah bertanya, “Apakah kamu punya istri?” “Tidak” jawab Adiy. Mu’awiyah meminta lagi, “Katakana, ‘Apabila aku memiliki istri, maka istriku tersebut tertalak ba’in’.”

Adiy pun mengatakan seperti yang diperintahkan Mu’awiyah. Lalu Mu’awiyah berkata pada sekretarisnya, “Catatlah apa yang dikatakan Adiy!” Maka iapun mencatatnya.

Setelah Ummu Khalid menyelesaikan mesa iddahnya, Mu’awiyah menemui Abu Hurairah dan memberinya hadiah harta yang banyak, dan Mu’awiyah mengutus Abu Hurairah agar datang ke Madinah untuk melamar Ummu Khalid. Ketika Abu Hurairah memasuki kota Madinah, ia bertemu dengan Abdullah bin Umar. Abdullah bin Umar bertanya tentang maksud kedatangannya ke Madinah, dan ia pun menceritakanya. Lalu Abdullah berkata, “Maukah engkau menyebutku di hadapan wanita itu?” “Ya”, jawab Abu Hurairah.

Lalu Abu Hurairah bertemu dengan Abdullah bin Zubair, ia bertanya pada Abu Hurairah tentang maksud kedatangannya ke Madinah, dan Abu Hurairah pun menceritakanya. Lalu Abdullah berkata, “Maukah engkau menyebutku di hadapan wanita itu?” “Ya”, jawab Abu Hurairah.

Kemudian Abu Hurairah bertemu dengan Husain bin Ali, dan ia pun menanyakan dan mengatakan seperti yang dikatakan Abdullah bin Umar. Ketika Abu Hurairah memasuki rumah Ummu Khalid, ia mengatakan bahwa suaminya telah pasti menceraikanya, dan bahwasanya Mu’awiyah mengutus dirinya untuk melamar Ummu Khalid untuk putranya, yaitu Yazid.

Abu Hurairah berkata pada Ummu Khalid, “Sesungguhnya yang melamarmu bukan hanya Yazid akan tetapi Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair dan Husain bin Ali juga melamarmu.” “Ceritakan padaku mengenai keadaan mereka!” kata Ummu khalid. Lalu Abu hurairah bercerita, “Yang satu, berharta tapi agamanya kurang, yaitu Yazid bin Mu’awiyah; yang dua orang, berharta dan agamanya kuat mereka adalah Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Zubair; dn yang satunya lagi, agamanya kuat tapi tak berharta dialah Husain bin Ali.” “Nikahkanlah aku dengan yang kamu kehendaki”, jawab Ummu Khalid. “Semua terserah padamu”, sahut Abu Hurairah menimpali. Ummu Khalid berkata, “Jikalau kamu tidak datang padaku, tentu aku akan mengutus seseorang untuk bermusyawarah denganmu, tapi bagaimana, kamu sendiri telah diutus.” Abu Hurairah berkata, “Baiklah kalau begitu, demi Allah aku akan mengajukan orang yang pernah dicium Rasulullah saw., yaitu Husain.”

Lalu Abu Hurairah menikahkan Ummu Khalid dengan Husain bin Ali dan hadiah harta benda dari Mu’awiyah ia berikan pada Husain bin Ali. Kemudian Abu Hurairah pulang ke hadapan Mu’awiyah dan menceritakan kisahnya. “Kamu telah menggunakan hartaku untuk orang, lain”, kata Mu’awiyah. “Sesungguhnya kamu tidak mewarisinya dari leluhurmu, tetapi sebenarnya itu harta Allah dan Rasul-Nya, karenanya aku telah memberikannya kepada keturunanya”, jawab Abu Hurairah.

Ketika Adiy bin Hatim gagal mempersunting putri Khalifah Mu’aiyah, maka ia kembali ke Madinah dan mendampingi Husain bin Ali. Sambil menarik nafas panjang, Husain berkata, “Apakah kamu teringat Ummu Khalid?” “Ya”, jawab Adiy. Lalu Husain memanggil Ummu Khalid dan berkata, “Bolehkah aku menyentuhmu?” “Tidak”, jawab Ummu Khalid. “Kalau begitu kamu aku ceraikan, dan menikahlah dengan Adiy.

Ketahuilah, sesungguhnya aku tidak mempunyai maksud apapun, semua ini aku lakukan semata-mata karena aku kasihan padamu Adiy.” Oleh sebab itu, disebutkan dalam sebuah sya’ir:

Wahai Ummu Khalid

Berilah aku kesenangan

Sedikit sekali orang berjalan

Mendatangi orang yang, duduk.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

jangan lupa tinggalkan komen