Di
Iskandariyah terdapat sebuah masjid yang di dalamnya terdapat dua
kuburan orang sangat mulia yang saling berhadapan. Yang satu seorang
Nabi yang bernama Nabi Daniel, dan yang satu lagi seorang budak belian
shaleh bernama Luqmanul Hakim. Lalu siapa Luqman itu?
Baca Selengkapnya......
TIPU MUSLIHAT FASIQ
Pada zaman Bani Israil ada seseorang ‘abid (ahli ibadah) yang tinggal di tempat sepi, dan setiap pagi dan sore kepala desa mendatanginya. Banyaklah orang yang iri dengki terhadapnya, sehingga pada suatu hari mereka menyuruh seorang wanita cantik yang tiada duanya pada masa itu agar mendatangi si ‘abid pada malam hari. Maka pada suatu malam wanita tadi mendatangi si ahli ibadah lalu berteriak sekeras kerasnya, “Wahai orang yang beribadah menyendiri! Demi Tuhan Yang Esa dan Maha Pemberi! Demi Musa bin Imron dan Muhammad yang akan di utus di akhir zaman! Aku mohon padamu, selamatkan aku malam ini dari kejahatan syetan! Malam semakin gelap, perkampungan jauh, dan aku takut pada pencuri yang akan datang.” Maka si Abid pun membukakan pintu.
Baca Selengkapnya......
Diposting oleh
Arifna H
PENGALAMAN KEKASIH ALLAH YANG MENAKJUBKAN
Ibrahim al-Khawas berkata bahwa sebagian orang terkemuka pernah bertanya padaku tentang pengalamanku yang paling menakjubkan, maka aku pun bercerita: “Aku pernah berdiri di halaman rumahku di pinggir pantai berbulan-bulan lamanya sambil membuat keranjang, lalu melemparnya ke laut. Pada suatu hari terbetik dalam fikiranku, ke mana keranjang-keranjang itu akan pergi? Lalu aku berusaha mencegatnya di pinggir sungai beberapa saat. Tiba-tiba aku bertemu nenek-nenek sedang menangis, lalu kutanya, “Kenapa engkau menangis?” Dia menjawab, “Aku memiliki lima anak perempuan yang ayahnya sudah meninggal, sementara aku sendiri adalah orang fakir. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, maka aku datang ke sungai ini, lalu aku mendapati keranjang dan mengambilnya, kemudian saya pulang untuk menjual keranjang tersebut. Hasil penjualan itu kemudian saya belikan makanan, dan itulah pekerjaanku untuk mendapatkan makanan.
Baca Selengkapnya......
Diposting oleh
Arifna H
Biografi Syeikh Muhammad Bahauddin An-Naqsabandi
Syeikh Muhammad Bahauddin An-Naqsabandi adalah seorang wali qutub yang masyhur hidup pada tahun 717-791 H di desa Qoshrul ‘Arifan, Bukhara, Rusia. Beliau adalah pendiri Tariqah Naqsyabandiyah sebuah tariqah yang sangat terkenal dengan pengikut sampai jutaan jama’ah dan tersebar sampai ke Indonesia hingga saat ini.Syekh Muhammmad Baba as Samasiy adalah guru pertama kali dari Syekh Muhammad Bahauddin Ra. yang telah mengetahui sebelumnya tentang akan lahirnya seseorang yang akan menjadi orang besar, yang mulia dan agung baik disisi Allah Swt. maupun dihadapan sesama manusia di desa Qoshrul Arifan yang tidak lain adalah Syekh Bahauddin.
Diposting oleh
Arifna H
Biografi Syaikh Abul Hasan Ali Asy Syadzili
Asy Syekh al Imam al Quthub al Ghouts Sayyidinasy Syarif Abil Hasan Ali asy Syadzily al Hasani bin Abdullah bin Abdul Jabbar, terlahir dari rahim sang ibu di sebuah desa bernama Ghomaroh, tidak jauh dari kota Saptah, negeri Maghrib al Aqsho atau Marokko, Afrika Utara bagian ujung paling barat, pada tahun 593 H / 1197 M. Beliau merupakan dzurriyat atau keturunan ke dua puluh dua dari junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, dengan urut-urutan sebagai berikut, asy Syekh Abil Hasan Ali asy Syadzily adalah putra dari :
Diposting oleh
Arifna H
MELATIH JIWA
Ibrahim bin Adham ra. bercerita, “Suatu hari aku berangkat untuk menunaikan ibadah haji ke Masjidil Haram. Di tengah perjalanan tiba-tiba cuaca dingin menyerang, maka aku pun masuk ke dalam sebuah gua untuk berlindung. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba ada seekor harimau masuk. Ketika harimau itu melihatku, ia berbicara, “Siapa yang menyuruhmu masuk ke tempatku tanpa izin?” Ibrahim bin Adham menjawab, “Aku adalah seorang pengembara, aku datang kepadamu sebagai tamu malam ini, maka berpalinglah dariku!” Harimau tadi lalu tidur di sisiku.
Diposting oleh
Arifna H
MENGGANTUNGKAN HARAPAN HANYA PADA ALLAH
Pada zaman Bani Israil ada dua orang bersaudara, yang satu mukmin (muslim) dan yang satunya lagi kafir, keduanya bekerja sebagai nelayan. Sebelum melempar jaringnya si kafir bersujud dahulu kepada berhala, setelah itu baru melemparnya ke laut. Sebentar kemudian, jaring-jaring itu pun penuh dengan ikan, bahkan hampir-hampir ia tidak kuat mengangkatnya. Sementara si mukmin juga melemparkan jaringnya, ketika jaring diangkat ia hanya mendapatkan seekor ikan, akan tetapi ia tetap memuji, bersyukur dan bersabar kepada takdir Allah. Suatu hari istri si mukmin naik ke atas loteng, tiba-tiba ia melihat istri saudara suaminya yang kafir tadi mengenakan perhiasan yang indah, maka hatinya digoda dan dikuasai syetan. Berkatalah istri si kafir, “Bilang pada suamimu agar menyembah tuhan suamiku, supaya kamu bisa mengenakan perhiasan yang indah seperti aku!” Lalu istri si mukmin turun dalam keadaan gundah.
Baca Selengkapnya......
Diposting oleh
Arifna H
Langganan:
Postingan (Atom)






